
PROGRESIFMEDIA.ID | Serang – Dompet Dhuafa (DD) Banten, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, dan Forum UMKM Banten (Formikimba) Kota Serang bersinergi dalam program pemberdayaan UMKM untuk mengubah mustahik menjadi muzakki.
Program ini fokus pada penguatan pelaku usaha akar rumput melalui pelatihan intensif manajemen keuangan dan pemasaran.
Owner Roja Aqiqah yang juga perwakilan Formikimba Kota Serang, Roja Rohmatulloh, hadir sebagai pemateri utama. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan finansial bagi pelaku usaha kecil.
“Masalah utama UMKM itu bukan tidak laku, tapi tidak bisa memisahkan mana uang pribadi dan mana modal usaha. Kalau dicampur, bisnis tidak akan pernah bankable,” ujar Roja.
Menurutnya, pemasaran saat ini harus beradaptasi dengan digital.
“Jangan hanya jualan, tapi bangun merek. Baca peluang pasar dan manfaatkan digital, karena pasar sekarang ada di handphone,” katanya.
Sementara itu, program ini juga mendorong digitalisasi transaksi. BI Banten memfasilitasi penerapan pembayaran QRIS, sedangkan Dompet Dhuafa membantu pengurusan sertifikat halal dan izin edar.
Model pembinaan yang digunakan adalah pendekatan klaster atau kelompok, bukan individu. Sistem ini dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki bersama dan semangat gotong-royong antar pelaku usaha.
Melalui sinergi ini, UMKM binaan diharapkan mampu naik kelas, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan menjadi investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan struktural.
