KOTA SERANG | PROGRESIFMEDIA – Di tengah hiruk pikuk perkembangan zaman dan derasnya arus perubahan sosial, hadir seorang sosok yang meneguhkan diri untuk terus berkhidmat. Dialah Dadang Kuswandi, tokoh yang kian akrab di telinga masyarakat Banten. Ia tidak hanya tampil sebagai figur publik, tetapi juga sebagai teladan yang menebar inspirasi. Dalam dirinya, pengabdian, kepedulian, dan semangat juang berpadu menjadi satu.
Sejak awal kiprahnya, Dadang memandang politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana pengabdian. Baginya, kursi jabatan hanyalah alat, bukan tujuan. Ia percaya bahwa seorang pemimpin sejati harus menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungannya. Keyakinan itulah yang membawanya menapaki jalan politik dengan penuh integritas.
Keputusan Dadang bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi titik awal perjuangan yang lebih luas. Dalam partai ini, ia tidak hanya menjadi penggerak, melainkan juga penginspirasi. Dedikasinya yang tak kenal lelah mengantarkannya dipercaya sebagai Ketua Bidang Pelajar, Pemuda, dan Mahasiswa DPW PKS Banten periode 2025–2030. Posisi ini bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah besar untuk menyiapkan generasi muda yang melek politik, cerdas, dan berkarakter.
Perjalanan politik Dadang tidak lahir begitu saja. Ia pernah terjun langsung dalam kontestasi politik dengan menjadi Calon Anggota Legislatif DPRD tingkat Kabupaten/Kota di Banten. Meski perjalanan itu penuh tantangan, pengalamannya memberikan pelajaran berharga tentang arti perjuangan, pentingnya mendengar aspirasi rakyat, serta keteguhan hati dalam menjaga idealisme. Bagi Dadang, pencalonan tersebut bukan sekadar upaya meraih kursi, tetapi bagian dari perjalanan panjang untuk melatih diri, mengasah jiwa kepemimpinan, dan membuktikan komitmen pengabdian di tengah masyarakat.
Sebagai ketua bidang, ia memahami betul bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh pelajar, mahasiswa, dan pemuda. Karena itu, ia menjadikan generasi muda sebagai pusat perhatian. Ia menggagas berbagai program yang membangkitkan kesadaran politik, membangun kepedulian sosial, sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan. Baginya, menanamkan nilai perjuangan pada generasi muda berarti menyiapkan estafet kepemimpinan bangsa yang lebih kuat.
Namun kiprah Dadang tidak berhenti di ruang politik. Ia adalah seorang akademisi yang menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan. Sebagai dosen, ia menempatkan diri bukan hanya sebagai pengajar, melainkan juga pembimbing dan teladan. Ia berbagi ilmu dengan penuh keikhlasan, menyalakan api semangat belajar di hati mahasiswa, serta menanamkan nilai moral dan tanggung jawab dalam setiap pertemuan.
Kedekatannya dengan masyarakat semakin mempertegas perannya sebagai sosok yang merakyat. Ia hadir dalam berbagai kegiatan sosial, ikut mendengarkan aspirasi warga, dan terlibat langsung dalam gotong royong. Masyarakat pun membalas dengan penghormatan tulus, menyapanya dengan sebutan “Bang Dadang” atau “Pak Dadang.” Julukan itu bukan sekadar panggilan, melainkan simbol kepercayaan.
Dalam setiap langkah, Dadang menekankan pentingnya nilai kebersamaan. Ia percaya kekuatan masyarakat terletak pada persatuan. Karena itu, ia mendorong lahirnya program yang menumbuhkan solidaritas, menghidupkan gotong royong, serta memperkuat persaudaraan.
Perjalanan panjangnya penuh rintangan, namun ia membuktikan bahwa komitmen dan ketulusan mampu mengalahkan segala hambatan. Ia menjadikan tantangan sebagai cambuk untuk bergerak lebih cepat, bukan alasan untuk berhenti. Dari situ, masyarakat belajar bahwa keberanian menghadapi kesulitan adalah bagian dari perjuangan.
Kini, dengan amanah barunya sebagai Ketua Bidang Pelajar, Pemuda, dan Mahasiswa PKS Banten, Dadang Kuswandi semakin meneguhkan langkah. Ia menyadari bahwa tanggung jawab ini adalah kesempatan emas untuk mencetak generasi penerus yang lebih baik. Ia ingin agar para pemuda Banten tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi penulis sejarah itu sendiri.
Akhirnya, kisah Dadang adalah kisah tentang pengabdian yang tulus, perjuangan yang tegas, dan semangat yang tak pernah padam. Dari ruang politik hingga ruang kelas, dari kegiatan sosial hingga pemberdayaan pemuda, ia terus bergerak. Namanya menjadi inspirasi, langkahnya menjadi teladan, dan perjuangannya membuktikan bahwa perubahan besar selalu lahir dari niat yang tulus serta kerja keras yang ikhlas.
