OPINI
Oleh: Haitsam Najib Ali
Seringkali kita mendengar paradigma “ngapain sih ngejar ilmu dunia mending fokus ke akhirat aja” paradigma ini mulai bertebaran. Sehingga, membuat umat Islam seringkali di pandang sebelah mata oleh mereka.
Padahal, Islam mengajarkan betapa urgensi nya menguasai ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Hal ini pun diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang islam” (HR. Ibnu Majah).
Rasulullah SAW menyuruh kita untuk menuntut ilmu dan wajib hukumnya. Paradigma buruk yang telah bertebaran di masa sekarang membuat seakan-akan ilmu pengetahuan harus di tinggalkan dan fokus pada ilmu akhirat (agama) saja.
Padahal kita seharusnya perlu menyeimbangkan kedua ilmu tersebut supaya Muslim tidak dipandang sebelah mata. Umat Islam masa sekarang juga perlu melihat kembali pada abad sembilan sampai tiga belas dimana pada masa itu Islam menguasai di berbagai sektor bidang ilmu pengetahuan.
Rumah Hikmah atau Baitul Hikmah itulah awal mula keemasan peradaban Islam pada masa itu. Di tempat ini lah berkumpulnya para cendekiawan Muslim dan Non-muslim dari berbagai negara.
Ibnu Sina di bidang kedokterannya, Al-Haitsam di bidang fisika-nya, Al-Khawarizmi di bidang matematika-nya, mereka itulah tokoh ilmuwan muslim yang seharusnya dijadikan inspirasi oleh umat Islam di masa sekarang.
Perlu kita ketahui saat Islam memasuki masa ke-emasannya. Bangsa Eropa malah memasuki era kegelapan, dimana Islam pada masa itu telah menguasai sektor bidang ilmu pengetahuan sedangkan bangsa Eropa masih terbelenggu oleh Agama nya dan mengesampingkan ilmu pengetahuan.
Paradigma buruk yang telah bertebaran di masa sekarang perlu dihilangkan. Supaya Islam tidak selalu dipandang sebelah mata, dan umat Islam sekarang harus mulai menguasai ilmu pengetahuan, agar dapat melahirkan kembali “golden age of Islam” di era modern ini.
Jadilah umat Islam yang cerdas supaya kita tidak mudah dibodoh-bodohi, dan juga perlunya kita menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dengan ilmu agama supaya mampu menghadapi tantangan zaman tanpa perlu kehilangan iman.
