Di bawah teduhnya pepohonan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), sekelompok mahasiswa tampak duduk melingkar di atas alas putih. Di hadapan mereka tersusun berbagai buku, dari karya klasik hingga bacaan kontemporer. Sore itu, kampus berubah menjadi ruang baca terbuka yang hangat dan akrab.
Kegiatan bertajuk “Book Party” ini digagas oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Untirta sebagai upaya menumbuhkan kembali budaya literasi di kalangan mahasiswa. Tidak hanya sekadar membaca, kegiatan ini menghadirkan diskusi santai, tukar pandangan, serta refleksi bersama tentang pentingnya membaca di tengah derasnya arus digital.
“Book Party” sendiri bukan sekadar acara satu kali. Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin literasi KAMMI Untirta yang digelar secara roadshow di tiga kampus utama Untirta FKIP, Pakupatan, dan Sindangsari, untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa dan menghadirkan budaya baca yang berkelanjutan di setiap lingkungan kampus.

Dalam suasana yang penuh semangat, Dede Hilman, Ketua Umum KAMMI Untirta, menegaskan bahwa membaca adalah pondasi intelektual seorang kader.
“Kader KAMMI harus punya tradisi baca yang kuat. Dari membaca, kita belajar berpikir kritis dan berkontribusi nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pandi Ahmad, Ketua Bidang Sosial Masyarakat KAMMI Daerah Serang, menilai kegiatan literasi seperti ini memiliki dampak sosial yang besar.
“Gerakan kecil seperti ini bisa jadi awal perubahan besar. Literasi itu bukan hanya soal membaca, tapi soal kesadaran untuk terus belajar,” tuturnya.
Bagi Shaqilla Amalia Rahiqi, Ketua Divisi Kaderisasi KAMMI Untirta, “Book Party” bukan hanya ajang baca buku, melainkan juga bagian dari proses pembinaan kader yang lebih menyenangkan.
“Book Party” ini jadi wadah untuk menumbuhkan semangat belajar dan mempererat hubungan antar kader dengan cara yang asik dan relevan,” katanya.
Kehadiran Fajar Nugraha, Duta Literasi Indonesia Provinsi Jawa Barat Tahun 2023, semakin memperkaya suasana. Ia berbagi pengalamannya menggerakkan semangat literasi di kalangan muda dan mengajak mahasiswa untuk terus membaca, bukan hanya teks, tetapi juga kehidupan.
“Literasi bukan sekadar membaca buku, tapi juga membaca realitas. Semoga kegiatan seperti ini terus tumbuh di kampus-kampus,” ungkapnya.

Di penghujung acara, semangat kebersamaan terasa begitu kental. Para peserta saling bertukar buku, berdiskusi ringan, dan menulis pesan motivasi di setiap halaman. Sederhana, tapi penuh makna.
“Book Party” menjadi bukti bahwa gerakan literasi bisa dikemas dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, KAMMI Untirta berharap tradisi membaca terus tumbuh di seluruh kampus Untirta dan menjadi bagian dari karakter mahasiswa yang cinta ilmu, kritis, serta berorientasi pada perubahan positif.

