PROGRESIFMEDIA.ID | Serang – Pemerintah Desa Sindangheula bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bergerak cepat menindaklanjuti musibah rumah roboh yang menimpa salah satu warganya. Kepala Desa Sindangheula, Suheli, didampingi Ketua BPD Amin Rohani, perangkat desa, anggota BPD, serta Ketua RT dan RW, turun langsung menjenguk korban pada Sabtu (14/2/2026).
Langkah tersebut merupakan respons atas laporan warga dan pemberitaan media mengenai ambruknya rumah milik Kusnadi, warga Jalupang Wetan, Desa Sindangheula, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Kehadiran jajaran pemerintah desa menjadi wujud kepedulian sekaligus komitmen memberikan pelayanan cepat bagi masyarakat yang terdampak musibah.
Suheli menyampaikan bahwa pihak desa segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas terkait agar bantuan dapat segera direalisasikan. Dalam kesempatan itu, pemerintah desa juga menyerahkan bantuan sembako guna membantu kebutuhan sementara keluarga korban.
Ia menjelaskan, kondisi rumah Kusnadi sebelumnya memang sudah dalam keadaan tidak layak huni. Pemerintah desa bahkan telah beberapa kali menawarkan program bedah rumah atau rutilahu pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, saat itu Kusnadi belum dapat memenuhi syarat swadaya material serta terkendala persoalan administrasi kepemilikan tanah yang belum dilengkapi akta hibah, meskipun secara faktual lahan tersebut telah dihibahkan kepadanya. Meski demikian, pemerintah desa berkomitmen mencari solusi agar bantuan pembangunan rumah tetap bisa diberikan.
“Kami akan terus berupaya mencarikan jalan keluar agar Pak Kusnadi bisa memperoleh bantuan dan kembali memiliki rumah yang layak huni,” ujar Suheli.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada warga dan media atas informasi cepat yang diberikan terkait kejadian tersebut.
Di sisi lain, Kusnadi menuturkan bahwa rumahnya roboh pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB ketika ia sedang berada di dalam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena sebelumnya ia telah memiliki firasat dan meminta keluarganya berpindah ke gubuk di samping rumah.
Kusnadi mengakui bahwa pemerintah desa pernah menawarkan program bedah rumah, namun keterbatasan ekonomi dan ketiadaan pekerjaan tetap membuatnya belum mampu memenuhi persyaratan swadaya material. Ia berharap melalui musibah ini, dirinya dapat memperoleh bantuan agar kembali memiliki rumah yang aman dan layak untuk ditempati.
