PROGRESIFMEDIA.ID | Serang – Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Hasan Basri, S.Ag., M.H., melaksanakan kegiatan reses di Kantor Kelurahan Unyur, Kota Serang, pada Kamis (13/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tingkat RT hingga RW, serta tokoh masyarakat setempat.
Reses ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama di lingkungan Kelurahan Unyur.
Salah satu isu yang paling banyak disampaikan adalah penanganan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik saat musim hujan. Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, baik melalui normalisasi saluran drainase, pembangunan infrastruktur pendukung, maupun koordinasi lintas instansi agar persoalan banjir dapat ditangani secara berkelanjutan.
Jamil, warga Banten Indah Permai (BIP) mengkhawatirkan rencana pelebaran drainase. Dia meminta agar rencana tersebut harus memperhatikan daerah hilir agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Kami sangat mengkhawatirkan rencana pelebaran drainase dari RW 12 BAP jika tidak dibarengi kesiapan di hilir. Saat ini, RW 27 merupakan titik temu aliran air dari berbagai wilayah, sementara kapasitas embung kami masih sangat kecil. Kami mendesak agar pembangunan embung dan normalisasi saluran menuju Kali Banten diprioritaskan terlebih dahulu. Jangan sampai solusi di satu tempat justru memindahkan bencana banjir ke wilayah kami,” ujar Jamil, warga BIP RW 27, saat menyampaikan aspirasinya.
Selain itu, masyarakat juga mengangkat persoalan pengelolaan angkutan sampah yang dinilai belum optimal. Warga mengeluhkan jadwal pengangkutan yang tidak menentu serta keterbatasan armada, sehingga berdampak pada kebersihan lingkungan. Mereka berharap adanya penambahan armada, perbaikan sistem pengelolaan, serta pengawasan yang lebih efektif agar pelayanan persampahan dapat berjalan maksimal.
Salah seorang warga mengeluh soal penumpukan sampah di beberapa titik. Ia melihat hal itu di dasari oleh minimnya armada pengangkut sampah.
“Kami melihat fungsi pengawasan harus diperketat, mengingat tumpukan sampah masih kerap muncul di berbagai titik. Kendala utamanya adalah minimnya armada pengangkut sampah yang ada saat ini. Pemerintah Kota perlu segera melakukan evaluasi dan penambahan sarana prasarana agar distribusi pengangkutan berjalan optimal.” ungkap salah seorang warga.
Tak kalah penting, aspirasi terkait kesejahteraan kader posyandu turut menjadi perhatian dalam forum reses tersebut. Para kader posyandu yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat tingkat dasar berharap adanya peningkatan insentif dan perhatian dari pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hasan Basri menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan warga dan memperjuangkannya dalam pembahasan di DPRD Kota Serang. Ia menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban sekaligus tanggung jawab moral anggota dewan untuk memastikan suara masyarakat tersampaikan dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan kawal. Permasalahan banjir, pengelolaan sampah, serta kesejahteraan kader posyandu merupakan isu mendasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Insya Allah akan kami perjuangkan dan kordinasikan kewenangannya kepada Pemkot serta dinas terkait tentang aspirasi yang disampaikan” ujar Hasan Basri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dalam pembangunan serta menjaga sinergi antara warga dan pemerintah demi terwujudnya Kota Serang yang lebih maju, tertata, dan sejahtera.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi lanjutan dan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen untuk terus membangun komunikasi yang konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat.
