PROGRESIFMEDIA.ID | Serang (23/01) – Luapan air yang berasal dari tidak berfungsinya drainase menjadi penyebab genangan di sebagian jalan perempatan Legok, Taktakan, Kota Serang Banten. Kondisi tersebut membuat aspal jalan rusak dan arus lalu lintas terganggu.
Genangan air di lokasi menjadi semakin bertambah ketika Kota Serang mengalami curah hujan yang tinggi selama hampir dua pekan.
Rohim, yang selama tiga tahun menjadi pengatur lalu lintas (juru parkir) di Perempatan Legok, menjelaskan bahwa kondisi jalan yang tergenang dan rusak berlubang, menjadi salah satu penyebab kemacetan semakin parah ketika diwaktu pagi dan sore saat padatnya rutinitas masyarakat.
“Pagi jam tujuh sampai jam sembilan itu macet. Kalau sore antara jam lima sampai jam enam biasanya sudah beres”. Jelasnya ketika ditanyai langsung.
Dari hasil pantauan sore hari dilokasi, dibagian jalan yang mengalami kerusakan, terdapat urukan batu split yang sudah diratakan. Menurut informasi dari Rohim, batu split itu adalah kiriman dari Dinas. Namun ia belum tau pasti pihak OPD apa yang telah melakukannya.
Lebih lanjut, Rohim berharap ada perbaikan oleh Pemerintah dan Dinas terkait.
“Saya minta (kepada dinas terkait, red) diperbaiki untuk keselamatan masyarakat. Kasihan, terutama pengguna sepeda motor yang membawa anak atau balita, khawatir mereka jatuh. Kalau siang kan kelihat (bisa kami tolong, red), kalau malam kan tidak kelihatan.” Harapnya.
Sementara, Fredi Kurniawan, pengendara motor asal Lopang, Kota Serang, yang rutin melintas di perempatan Legok karena tempat kerja yang berada di daerah tersebut, mengeluhkan rusaknya jalan.
“Iya itu (jalan rusak, red) mengganggu pengendara baik roda dua maupun roda empat. Terutama roda dua yang melintas”. Keluhnya.
Terkait genangan air dan rusaknya jalan, menurut Fredi hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti curah hujan yang ekstrem, beban berat kendaraan dan terutama sistem drainase yang tidak berfungsi.
“Mungkin faktor rusaknya jalan itu karena curah hujan ekstrem, beban berat kendaraan dan terutama drainase yang tidak berfungsi”. Jelasnya.
Fredi berharap ada Dinas terkait yang segera bertindak untuk melakukan perbaikan. Dia juga menyarankan adanya pengaturan lalu lintas.
“Jadi mudah-mudahan pemerintah bergerak cepat dan menindak agar jalan yang ada di perempatan Legok ini segera diperbaiki dan dilakukan pemeliharaan berkala. Pengaturan lalu lintas juga perlu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan yang panjang di jam dengan rutinitas padat masyarakat seperti di pagi dan sore hari.” Pungkasnya.
