PROGRESIFMEDIA.ID | Jakarta – Aktris dan penulis Aurelie Moeremans baru-baru ini mengejutkan publik dengan pengakuan tentang pengalamannya menjadi korban child grooming ketika masih remaja. Dalam memoar yang ia tulis berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie dengan lugas mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh luka sejak usia 15 tahun.
Dalam buku itu, Aurelie menceritakan bagaimana pertemuannya dengan seorang pria dewasa yang ia sebut “Bobby” di lokasi syuting iklan berubah menjadi hubungan yang manipulatif dan berbahaya. Grooming sendiri adalah proses di mana orang dewasa membangun hubungan emosional dengan anak di bawah umur untuk tujuan eksploitasi, seringkali tanpa disadari oleh korban pada awalnya.
Menurut cerita dalam memoar, Bobby mulai mendominasi kehidupan Aurelie dengan mengisolasi dirinya dari lingkungan sekitar, mengatur pakaian, hingga mengendalikan komunikasi dengan orang luar. Hubungan itu kemudian berujung pada pemaksaan pernikahan melalui ancaman dan pengambilan foto pribadi yang dimanipulasi untuk menjaga Aurelie tetap berada di bawah kendalinya.
Aurelie menggambarkan masa itu sebagai periode yang membuatnya kehilangan jati diri, namun ia berhasil melepaskan diri dan melalui proses penyembuhan yang panjang. Ia kini telah menjalani kehidupan baru bersama suaminya dan tengah menantikan kelahiran anak pertamanya. Memoar tersebut dirilis dalam versi digital dan dicantumkan secara gratis melalui tautan di akun Instagramnya agar dapat diakses secara luas.
Selain berbagi kisah pribadi, Aurelie berharap buku Broken Strings bisa menjadi medium bagi penyintas lain untuk berani bersuara dan membantu masyarakat mengenali bahaya grooming dan tanda-tandanya. Pengakuan ini juga memicu diskusi publik yang lebih luas mengenai isu kekerasan terhadap anak dan remaja.
Sumber: www.msn.com – Kronologi Aurelie Moeremans jadi korban grooming di usia 15 tahun, kisahnya diceritakan lewat buku ini
