SERANG| PROGRESIFMEDIA.ID — Antusiasme ribuan warga Banten yang mengikuti Senam Massal dalam rangka HUT Provinsi Banten ke-25 di depan Kantor Gubernur Banten, Jumat (17/10), berubah menjadi kekecewaan. Pasalnya, proses pembagian doorprize pada acara tersebut diduga tidak berjalan transparan dan tidak sesuai dengan nomor kupon yang telah dibagikan kepada peserta.
Beberapa peserta mengaku kecewa karena panitia di belakang panggung diduga membagikan hadiah kepada orang-orang tertentu tanpa memperhatikan nomor undian yang diumumkan. Selain itu, banyak hadiah diberikan secara asal tanpa mencocokkan kupon pemenang yang seharusnya menjadi dasar pengundian.
“Buat apa ada kupon kalau hadiah langsung dikasih begitu saja. Yang dikasih orang-orang yang di belakang panggung tanpa panas-panasan, sementara kami di depan nunggu di bawah sinar matahari,” ujar salah satu peserta, Ibu Amarwati, dengan nada kecewa. “Ini sungguh nggak adil banget,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa warga lain yang merasa tidak mendapat kejelasan terkait pembagian doorprize. Mereka menilai panitia tidak profesional dalam mengatur jalannya pengundian hadiah.
Akibat situasi tersebut, sejumlah peserta memilih meninggalkan lokasi acara lebih awal dengan rasa kecewa.
“Kami datang untuk memeriahkan ulang tahun Banten, tapi malah jadi kecewa karena pembagian hadiahnya tidak jelas,” kata seorang peserta lain yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidakteraturan dalam pembagian doorprize tersebut.
Acara Senam Massal ini sebelumnya diharapkan menjadi ajang kebersamaan masyarakat Banten dalam memperingati hari jadi provinsi ke-25, namun insiden ini justru menimbulkan sorotan terhadap transparansi dan profesionalitas panitia dalam mengelola kegiatan publik.
