SERANG| PROGRESIFMEDIA.ID — Kasus kekerasan seksual tercatat mendominasi total angka kekerasan yang terjadi di wilayah Kota Serang, Provinsi Banten, dengan 64 kasus dilaporkan sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan, mengatakan bahwa kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan, melampaui kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan fisik terhadap anak.
“Data kami mencatat 64 kasus kekerasan seksual hingga triwulan ini, dan angka ini menjadi yang paling dominan dari seluruh laporan kekerasan yang kami terima,” ujar Anthon di Serang, Minggu (26/10).
Menurutnya, sebagian besar korban dari kasus tersebut adalah perempuan dan anak di bawah umur. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
“Kami meyakini jumlah di lapangan bisa jadi lebih banyak, karena masih banyak korban yang enggan atau takut untuk melapor,” tambahnya.
Pihak DP3AKB Kota Serang terus berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang Kota serta lembaga terkait untuk memberikan pendampingan hukum dan pemulihan psikologis bagi korban.
“Kami berkomitmen tidak hanya menangani kasus yang masuk, tetapi juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah serta masyarakat untuk pencegahan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Serang mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan dugaan tindak kekerasan, khususnya pelecehan seksual, kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
