SERANG| PROGRESIFMEDIA.ID – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendukung pengembangan sektor pendidikan agama. Hal tersebut disampaikan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-15 Tb A Ma’ani Rusdji di Yayasan Perguruan Islam Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu), Pandeglang, Minggu (14/9).
Menurut Andra, dukungan terhadap pendidikan agama merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas Banten yang telah lama dikenal sebagai “daerah sejuta santri dan seribu ulama.” Ia menyebut sejarah panjang para ulama besar seperti Syekh Nawawi Albantani, Syekh Asnawi Caringin, Syekh Mansyur, Syekh Abdul Karim, dan Syekh Dimyati menjadi landasan kuat perhatian Pemprov Banten pada pendidikan pesantren.
“Provinsi Banten sejak dahulu sudah terkenal dengan sebutan daerah sejuta santri dan seribu ulama. Ulama-ulama besar Banten banyak mendirikan pondok pesantren,” ujar Andra.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan sarana-prasarana bagi pesantren serta program keagamaan yang memperkuat basis pendidikan masyarakat. Andra juga menyoroti peran strategis Malnu sebagai lembaga pendidikan Islam bercorak ahlusunnah wal jamaah yang telah berkontribusi besar di Banten.
“Saya berharap keberadaan lembaga pendidikan ini akan terus bertambah maju dengan sebuah grand design pendidikan pesantren,” imbuhnya.
Ketua Umum PB Malnu, Uuf Zaki Gufron, menambahkan lembaganya sejak 1970 telah berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan kiai di Pandeglang. Ia juga menyinggung sejarah Muktamar NU ke-13 pada 1938 yang digelar di Malnu, yang melahirkan terobosan penting dengan hadirnya peran perempuan dalam perjuangan NU.
“Dari situlah kemudian muncul gerakan perempuan yang mewarnai perjuangan NU sampai saat ini,” kata Uuf.
