PROGRESIFMEDIA.ID | Serang – Dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis pemuda-mahasiswa, Socialedu Center berkolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Polem menyelenggarakan “Kelas Jurnalistik Dasar”.
Kegiatan dilakukan secara online melalui media Aplikasi Zoom Meeting pada Sabtu (21/02). Hadir di antaranya Direktur Socialedu Center, Imam Maulana, S.Sos dan Direktur LBH Polem, Zulfa Amrue Kana, S.H.
Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan pemateri yang berpengalaman sebagai aktivis dan jurnalis, Dani Mukarom, kini berkarir di media nasional, Tempo.
Penyelenggaraan “Kelas Jurnalistik Dasar” adalah suatu upaya untuk memfasilitasi pemuda-mahasiswa khususnya di Kota Serang agar memiliki kemampuan dasar menulis berita. Melihat kondisi perubahan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin berkembang seperti ChatGPT atau Gemini yang semakin marak memudahkan pemanfaatan teknologi, Socialedu mengajak publik agar tetap memiliki kemampuan menulis secara otentik (bukan produk AI).
Kegiatan yang dipandu oleh Host, Nuriman, berlangsung antusias dan dinamis. Terlihat dari jalannya kelas yang memunculkan berbagai pertanyaan dari peserta hingga memantik diskusi yang konstruktif.

Imam Maulana, dalam sambutannya mengatakan bahwa menulis berita adalah kemampuan dasar yang wajib dikuasai oleh pemuda-mahasiswa. Terlebih lagi jika ia aktif dalam organisasi yang sering kali berperan menjadi penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
“Pemuda dan mahasiswa, apalagi yang aktif dalam organisasi atau lembaga advokasi masyarakat sudah seharusnya memiliki kemampuan menulis, minimal membuat berita,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur LBH Polem, Zulfa Amrue Kana, menegaskan bahwa kemampuan menulis bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari perjuangan advokasi. Menurutnya, banyak persoalan hukum dan sosial di tengah masyarakat yang membutuhkan dokumentasi dan publikasi yang baik agar mendapatkan perhatian publik maupun pemangku kebijakan.
“Di era keterbukaan informasi, kemampuan menulis menjadi instrumen penting dalam perjuangan hukum. Advokasi tidak cukup hanya di ruang sidang, tetapi juga melalui ruang publik dan media. Karena itu, kolaborasi ini kami pandang strategis untuk membekali generasi muda dengan kemampuan menyuarakan kebenaran secara bertanggung jawab,” ungkapnya.
Adapun pemateri, Dani Mukarom, dalam paparannya menjelaskan dasar-dasar jurnalistik mulai dari nilai berita, teknik 5W+1H, hingga pentingnya verifikasi dan akurasi dalam penulisan. Ia juga menekankan bahwa meskipun teknologi AI seperti ChatGPT dapat membantu proses riset, namun kepekaan sosial, sudut pandang kritis, dan pengalaman lapangan tetap tidak dapat digantikan oleh mesin.
“AI bisa membantu menyusun kerangka, tetapi rasa, empati, dan ketajaman analisis tetap lahir dari proses berpikir manusia. Jurnalis maupun aktivis harus tetap menjaga integritas dan melakukan cek fakta sebelum mempublikasikan informasi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Socialedu Center dan LBH Polem berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kapasitas literasi yang kuat, kritis, serta mampu menulis secara bertanggung jawab. Kelas Jurnalistik Dasar ini menjadi langkah awal membangun budaya menulis yang otentik dan berintegritas di kalangan pemuda-mahasiswa, khususnya di Kota Serang.
